Pages

Subscribe:

Selasa, 31 Juli 2012

TUGAS AGAMA NURHANI PUTRI 2D3MI03

PUASA YANG BERKUALITAS



Setiap amal anak Adam dilipatgandakan; sati kebaikan dibalas
dengan sepuluh kebaikan yang serupa sampai tujuh ratus kali.
Allah Azza wa Jalla berfirman, “Kecuali puasa, sesungguhnya
puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya…” (HR.
Muslim, An-Nasai, Ad-Darimi, dan Al-Baihaqi).
Nilai puasa di sisi Allah, dengan demikian, akan sangat
bergantung pada kualitasnya. Semakin ia berkualitas, semakin
tinggi nilainya di sisi Allah. Sebaliknya, puasa yang kualitasnya
sekedar menahan lapar dan haus, ia tidak bernilai apa-apa di
sisi Allah. Rasulullah SAW bersabda:
O P
I @ 5     " Q     6 5 )RS
Betapa banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapatkan
apa-apa baginya kecuali rasa lapar. (HR. An-Nasai dan Ibnu
Majah)
Melakukan amal dengan optimal dan berusaha mendapatkan
kualitas tertinggi adalah sebuah keharusan. Inilah mengapa Dr.
Musthafa Dieb Al-Bugho dan Muhyidin Mistu dalam Al-Wafi
saat menjelaskan hadits :
T6.     U 7 . ( E V     W (@
Sesungguhnya Allah mewajibkan berlaku ihsan dalam segala
hal (HR. Muslim)
Beliau berdua mengatakan: Hadits ini merupakan nash (dalil)
yang menunjukkan keharusan berlaku ihsan. Yaitu dengan
melakukan suatu perbuatan dengan baik dan maksimal.
Maka, begitupun dengan puasa. Marilah kita tunaikan puasa
kita dengan sebaik-baiknya sehingga ia benar-benar menjadi
puasa yang berkualitas. Lalu apa saja kriteria puasa yang berkualitas itu????

TUGAS AGAMA NURHANI PUTRI 2D3MI03


 MELAKUKAN PERBUATAN BAIK SELAMA BULAN RAMADHAN.


Didalam melihat jalan hidup masyarakat di sekitar kita, bisa kita lihat bahwa beberapa orang mempunyai kecenderungan tertentu. Orang yang terbiasa berbuat maksiyat, maka dari hari kehari dia akan semakin terjerumus kedalam lembah yang hitam. Sebaliknya orang yang suka sholat berjamaah ke masjid, maka dia akan ramah ke tetangganya, rutin berinfaq dan bahagia kehidupan keluarganya.
Semakin seseorang memperbanyak dan membiasakan berbuat baik, maka semakin banyak terbuka pintu-pintu kebaikan yang lain. Hal ini sesuai dengan hadits qudsi diatas bahwa semakin tinggi intensitas dan kualitas ibadah kita kepada Allah SWT maka semakin dekatlah kita dengan-Nya.
Salah satu kunci kesuksesan hidup kita adalah bagaimana kita membiasakan berbuat baik. Semakin kita terbiasa berbuat baik, maka semakin mudah jalan kita untuk mencapai kebahagiaan hidup. Agar manusia terbiasa beribadah, maka beberapa ibadah dilakukan berulang dalam kurun waktu tertentu seperti sholat lima kali dalam sehari, puasa sunnah dua kali seminggu dan sholat jum’at sekali sepekan.
Permasalahan awal yang biasanya ditemukan dalam melakukan sesuatu yaitu dalam memulainya. Memulai suatu aktifitas terkadang lebih berat dibandingkan ketika melaksanakannya. Maka ketika kita mendorong mobil yang mogok, akan diperlukan tenaga yang besar saat sebelum mobil bergerak. Setelah mobil tersesebut bergerak, diperlukan daya dorong yang kecil. Ada juga sifat kita yang menunda perbuatan baik, padahal perbuakan baik janganlah ditunda. Kalau kita ada keinginan untuk menunda, maka tundalah untuk menunda. Hal ini seperti yang disampaikan Rasulullah saw:
“Bersegeralah untuk beramal, jangan menundanya hingga datang tujuh perkara. Apakah akan terus kamu tunda untuk beramal kecuali jika sudah datang: kemiskinan yang membuatmu lupa, kekayaan yang membuatmu berbuat melebihi batas, sakit yang merusakmu, usia lanjut yang membuatmu pikun, kematian yang tiba-tiba menjemputmu, dajjal, suatu perkara gaib terburuk yang ditunggu, saat kiamat, saat bencana yang lebih dahsyat dan siksanya yang amat pedih.” (HR. Tirmidzi)
Salah satu cara untuk mempermudah kita dalam memulai suatu amal ibadah adalah dengan mengetahui akan besarnya manfaat yang akan dirasakan. Segala hambatan atau godaan untuk tidak melaksanakan kebaikan tersebut akan bisa dilewatkan dengan keyakinan yang kuat. Oleh sebab itu, kita wajib untuk mencari ilmu tentang fadhilah (kelebihan) dari suatu amalan atau ibadah. Bahkan untuk menguatkan hati, kita juga perlu mencari ilmu secara berulang kali. Bahkan beberapa pengulangan dalam Al Quran digunakan agar manusia semakin ingat.

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِى هَذَالْقُرْءَانِ لِيَّذَّ كَّرُوْا

“Dan sesungguhnya dalam Al Quran ini Kami telah ulang-ulangi (peringatan-peringatan), agar mereka selalu ingat. Dan ulangan peringatan itu tidak lain hanyalah menambah mereka lari.” (QS. Al Israa’ 41)
Jadi, mulailah perbuatan baik yang ingin anda lakukan sekarang dan jangan ditunda. Kalau belum yakin, perluas dan perdalam ilmu agar kita semakin yakin. Wallahu a’lam bish showab.

By.ustad warsono

Senin, 28 Mei 2012


My live....

When I five years old,my mother has died....when I still school in elementary school.
I very sad,i cried....and I too got sick.But from all of my problem and my mistake I belived,there is many leason  I go it.
I said to my heart,I must be a succes people and smart people other my mother know if her child without her mom,she can got up from her sad.
I didn’want make my mother dissapointed to me.

Mom if you knew me now......you can saw,your child have adult.
And i will said,love you mom....have you pround me???

So..... all of my friends,if you all read my blogger...i just want to sais “don’t be hopeless if people you love have nothing or die,but you must be prove without they are you can be a succes people....made they proud to you.

By.hani
I am so sorry,if there is some wrong.tx

Created By UC - Blog Sederhana